Siaran Pers
Nomor : 141/Humas/SP/08/2012
Tanggal : 15 Agustus 2012
Nomor : 141/Humas/SP/08/2012
Tanggal : 15 Agustus 2012
Bupati
Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP menggelar acara ramah tamah dengan
pejuang yang ada di kabupaten Asahan dalam rangka hari ulang tahun (HUT)
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 67 diaula Melati Pemkab Ashan,
Rabu, 15 Agustus 2012.
Tujuan
digelarnya ramah tamah tersebut adalah untuk mengenang dan menghormati
jasa-jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan dan menanamkan kembali akan
pentingnya arti nilai-nilai kepahlawanan khususnya kepada generasi penerus
bangsa harus dapat meneladani nilai-nilai dan semangat perjuangan para veteran
dalam meneruskan membangun bangsa dan negara yang dicintai.
Dalam
acara ramah tamah tersebut mewakili lembaga veteran yakni B. Pasaribu memaparkan sejarah perjuangan di
wilyah Kabupaten Asahan, begitu juga menceritakan asal usul sejumlah tugu
perjuangan yang tersebar di Asahan, diantaranya tugu perjuangan yang terletak di
Jalan Imam Bonjol -Hos Cokro Aminoto Kisaran.
Pemaparan
veteran ini akhirnya menceritakan tentang Jembatan Setatus Quo yang merupakan
bukti sejarah perjuangan Rakyat Indonesia mengusir para penjajah di Desa Pulau
Rakyat Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan yang kini telah dibongkar oleh
Pemerintah, namun untuk pengantinya para veteran meminta Pemkab Asahan membangun
monument.
“
Meskipun kami sangat keberatan dibongkarnya jembatan tersebut yang merupakan
symbol perjuang kami minta kepada Taufan Gama Simatupang dan Surya sebga
pemimpin daerah Asahan untuk membangun monument disekitar jembatan sebagai penganti
sejarah perjuangan, “ ungkap Pasaribu dalam acara temu ramah dengan sejumlah
veteran, perintis kemerdekaan dan pengurus veteran Asahan.
Menaggapi
persoalan pembangunan monument, Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP
berjanji bahwa tugu perjuangan yang diminta para veteran akan selalu
diperhatikan dan dirawat, begitu juga dengn permintan pembangunn tugu di Desa
Pulau Rakyat akan dibagun dengan anggaran tahun 2013. “ Tugu perjuangan di
Pulau Rakyat akan kita bangun tahun depan, “ janji Bupati Asahan.
Bupati
Asahan menjelaskan bahwa pembongkaran jembatan statusquo tersebut sebelumnya
pihak pemerintah telah menyurati pemerintah pusat untuk tidak dilakukan
pembongkaran, namun hal itu tetap dilakukan. Hal ini dilakukan karena tuntutan
hasil dari kemerdekaan yang kini lagi dinikmati, apalagi untuk mengerakan
perekonomian bangsa ini. (Humas-1)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar